ketika mereka sakit

Kadang masalah itu datang disaat kita tidak menyangka, pagi-pagi habis kuliah tau-tau internet mati. sore atau malah malam, pas udah siap-siap pulang mati. gak ada angin gak ada hujan sejam sekali server ngehang dan sebagainya.

jangan panik. ya ya ya saran kuno dan klise tapi itu yang pertama kali harus anda lakukan. ketika anda panik hal yang mudah akan terlihat sulit, hal yang sulit apalagi. kepanikan bisa membuat anda melakukan typo yang seringkali typo merupakan hal fatal ketika melakukan administrasi sistem, kurang tanda / atau salah menempatkan * dan sebagainya bisa berbahaya.

Langkah kedua adalah melakukan lokalisasi masalah. lokalisasi masalah sangat penting karena langkah ini yang akan menentukan apa yang harus kita lakukan untuk menangani masalah yang sedang terjadi. misal koneksi internet putus.

 

  1. coba ping ke gateway atau server proxy, kalau ok
  2. dari gateway coba ping server di internet (google misalnya)
  3. Kalau tidak bisa ping keluar, coba ping salah satu IP diluar (bisa coba ping IP DNS ISP atau IP lainnya, saya punya stok beberapa IP yang bisa saya ping). kalau ping IP di internet bisa artinya penerjemahan domain ke IP yang bermasalah alias DNS anda atau forwarder DNS di server yang bermasalah.
  4. kalau ping dari server dengan domain maupun IP ok. cek aplikasi di server yang melayani koneksi internet, proxy, firewall dsb. dan seterusnya

Terkadang justru hal sepele yang harus dilakukan. misal ping antar komputer dalam LAN jelek, sharing file pelan. pasti tersangka utama adalah kabel UTP, padahal? Switch yang bermasalah dan penyelesaiannya cukup sederhana yaitu dengan memutuskan aliran listrik switch dan menyambungkan kembali (seolah melakukan restart switch)  Saya beberapa kali mengalami hal yang kurang mengenakkan karena admin tempat saya melakukan eskalasi kurang bisa melakukan lokalisasi masalah sehingga dugaan awal A bisa tiba2 kesimpulannya Z. tidak salah tapi seharusnya antara dugaan awal dan kesimpulan tidak jauh beda.   Bagaimanapun juga langkah preventif akan lebih baik, cek log anda secara rutin, pasang aplikasi monitoring jika perlu. itu akan membuat anda lebih tahu apa yang terjadi dan bagaimana menangani masalah yang terjadi.

Posted in daily-life, troubleshooting | Leave a comment

Kernel Panic

Siang itu setelah melewati separuh jakarta sampai juga dikantor salah satu klien perusahaan tempat gw kerja. Kerjaan rutin akhir bulan ambil log untuk dianalisis mengenai keadaan server. sampai di meja administrator sistem gw cari kursi. baru duduk

mas admin : “Ada server yang gak mau boot, kernel panic, bisa nggak ya di install ulang kernelnya?”

gw : “mmmm…. bisa sih mas pake CD 1″

 server itu ada ILO nya jadi gw bisa remote meskipun mesin dalam keadaan sekarat karena kernel panic waktu boot. sebenernya jarang juga gw ngadepin masalah kayak gini, kalaupun server dikampus mungkin udah gw install ulang setelah backup data. ini server orang, mana server produksi lagi. gw udah ada gambaran boot pake mode rescue (code : ketik linux rescue pada waktu pilihan boot) pake CD 1, mounting ini itu, cari rpm kernel, chroot ke root sistem yang kepasang dikomputer dan install kernel baru. simple sebenarnya, step-step yang harus dijalankan :

  1. Berdoa
  2. Boot pake CD Rescue atau CD 1 atau DVD
  3. pada waktu ada opsi boot, ketikkan linux rescue
  4. ada beberapa step seperti pilihan layout keyboard dsb yang harus anda jawab. pada langkah terakhir sistem akan mencoba melakukan mounting partisi sistem dikomputer terpasang yang sayangnya pada kasus yang gw hadapi mode rescue gagal melakukan mounting, waktu mounting langsung error, ya sudah mounting manual.
  5. Jika anda melakukan mounting manual, pastikan seluruh partisi yang dibutuhkan sistem sudah termounting, gw beberapa kali mengulangi langkah ini karena ada aja partisi yang lupa ke mounting, entah /usr entah /var atau partisi lain. Jangan lupa partisi pertama yang harus dimount adalah partisi root sistem
  6. setelah semuanya termounting, lakukan chroot ke partisi root
  7. install kernel versi lain untuk sistem terpasang (ingat install bukan upgrade sehingga kernel asli tidak akan hilang)
  8. Berdoa lagi, baru boot sistemnya semoga bisa sukses booting:)

Ya satu hal lagi yang gw pelajari siang itu install kernel kalau kernelnya panic:) O iya gw sempet menduga hal ini karena label partisi ilang, gw paksa edit /etc/fstab untuk nembak device langsung tapi tetep aja gak bisa. ya akhirnya install kernel lagi:)

Posted in kernel, linux | Leave a comment

Selamat Datang di dagdigdug

Selamat Datang di dagdigdug.com. Ini posting pertamamu , Ekspresikan perasaanmu. Ngebloglah sekarang juga !

Posted in Uncategorized | 1 Comment